Monday, October 19, 2015

CONTOH BAB V HASIL PELAKSAAN PROGRAM KERJA



BAB V
HASIL PELAKSAAN PROGRAM KERJA
a.       Intervensi fisik
1.      Pembuatan struktur organisasi dilaksanakan pada minggu ke-2 , kegiataan ini berjalan dengan lancar karena terlepas dari campur tangan kepala rungan yang ikut membantu.
2.      Pengadaan tempat obat dilaksanakan minggu ke-2  hari ke-4, kegiataan ini terlaksana atas kerja sama mahasiswa.
3.      Pembuatan Bet (papan nama pasien) kegiatan ini di laksanakan pada minggu ke-3 hari ke-3, kegiatan ini berjalan dengan lancar berkat kerja sama antara mahasiswa KKP
b.      Intervensi non fisik
1.      Penyuluhan kesehatan yang meliputi  memberi gambaran dan pengetahuan tentang penyakit TB paru yang dilaksanakan pada minggu ke-4, penyuluhan ini dilaksanakan di ruangan pasien dan berjalan dengan lancar karena adanya kerja sama yang baik dengan keluarga pasien dan perawat yang bersangkutan.
2.      Pemberian motivasi pada pasien TB  Tahap lanjud ( TB MDR ) kegiatan ini di laksanakn
Pada minggu ke 4 hari ke 2. Kegiatan berjalan dengan lancar atas kerja sama antara mahasiswa dan pasien.


c.       Factor pendukung dan factor penghambat
1.      Factor pendukung selama kulia kerja profesi (KKP) Universitas Indonesia Timur (UIT) adalah :
a.       Instansi setempat dalam hal ini IBU MAGDELENA.R. SKM. S.Kep. M. Kes selaku wadir umum SDM dan pendidikan kabak. Pendidikan dan penelitian serta jajarannya sangat membantu dalam pemberian informasi dan pengetahuan.
b.      Adanya dukungan dan partisipasi yang baik dalam menyelesaikan program kerja serta penyuluhan keseehatan dan pemberian obat.
c.       Keterbukaan dan keramahan pasien dalam menerima mahasiswa kulia kerja profesi (KKP) Univesitas Indonesia Timur (UIT) slama berada di lokasi.
d.      Bantuan dari perawat yang sangat memmbantu skali dalam pelaksaan program kerja di lokasi KKP
e.       Bantuan yang sangat berarti bagi kami dari pihak rumah sakit dalam melaksanakan program kerja.
f.       Kepala ruangan yang telah member kesempatan pada kami  untuk melaksanakan program kerja berupa penyuluhan dan motivasi bagi pasien tahap lanjut.




2.      Factor penghambat
Kendala yang di hadapi oleh mahasiswa kulia kerja profesi  (KKP) Universitas Indonesia Timur  (UIT) terpadu golombang  1 tahun 2013 di rs labuang baji kota makassar adalah:
Kurang nya dana yang tersedia dalam melakukan program kerja yang berupa kegiatan fisik sehingga salah satu program fisik tersebut  tertunda dan memakan waktu yang lama terlesaikan.

CONTOH BAB IV RENCANA KEGIATAN PROGRAM KERJA



BAB IV
RENCANA KEGIATAN PROGRAM KERJA
a.       Kegiatan fisik
1.      Pembuatan stuktur organisasi di laksanakan pada minggu ke-2 dengan tujuan yaitu mengubah stuktur lama ke struktur baru karena pergeseran posisi
2.      Pengadaan tempat obat di laksanakan pada minggu ke-2 hari ke-4 karena kurangnya tempat obat dengan tujuan menambah fasilitas yang ada,
3.      Pembuatan bet (papan nama pasien) dilakukan pada minggu ke-3 hari ke-3 bertujuan untuk mengetahui indentitas pasien
b.      Kegiatan non fisik
1.      Peyuluhan kesehatan
Di maksudkan member gambaran ndan pengetahuan mengenai bahaya TB  paru
2.      Pemberian motivasi  pada pasien tahap lanjut dengan tujuan meyakinkan pasien untuk peroses penyembuhannya.

CONTOH BAB III INDENTIVIKASI DAN ALTERNATIVE PEMECAHAN MASALAH



BAB III
INDENTIVIKASI DAN ALTERNATIVE PEMECAHAN MASALAH
a.       Indentivikasi masalah
Pelaksanaan kulia kerja profesi (kkp) universitas Indonesia Timur (UIT) angkatan pertama gelombang I angkatan I tahun 2013 berlangsung  kurang lebih 1 bulan yang berlansung  pada tanggal 25 februari  samapai dengan 25 maret  2013 yang berlokasi  Jl Ratulangi no (RSUD Labuang Baji Makassar)
Observasi di lapangan sebelum di lakukan program kerja di laksanakan dengan tujuan untuk mengindentifikasi  masalah yang ada di rumah sakit tertentu berhubungan dengan pasien, selanjutnya di kita melakukan pertemuan pasien melalui penyuluhan  yang di di sepakati bersama tanpa mengabaikan skla perioritas masalah- masalah yang di temui
Dari hasil identifikasi masalah yang ada di ruangan baji ati antara lain :
1.      Kurangnya pengaetahuan pasiaen tentang penyakit yang di deritanya
2.      Keluarga tidak mengetahui cara penularan penyakit yang di derita keluarganya (pasien)
3.      Perlunya memotivasi pasien yang  tahap lanjut (pasien MDR) untuk proses penyembuhannya.
b.      Alternative pemecahan masalah
Dalam pengambilan masalah di lakukan dengan masalh – masalah yang di temukan dalam ruangan baji ati selanjutnya di atasi melalui alternative pemecahan masalah yang dilakuakn dalam bentuk intervensi non fisik yang di tuangkan dalam bentuk program kerja,
Adapun langkah – langkah yang di ambil dalam penetapan alternative pemecahan masalah rs labuang baji (baji ati) sebagai berikut :
1.      Memberi penyuluhan pada pasien mengenai bahaya dan penularan penyakit TB paru
2.      Memberikan penyuluhan mengenai OAT

CONTOH BAB II GAMBARAN UMUM KKP



BAB II
GAMBARAN UMUM KKP

A.    Profil Lokasi kkp :
*      Tahun 1938 oleh Zending Gereja Gerofermat Surabaya, Malang dan Semarang
*      Tanggal 12 Juni 1938 diresmikan dengan kapasitas 25 buah tempat tidur
*      Tahun 1946-1948 RSU Labuang Baji mendapat bantuan dari Pemerintah Indonesia Timur (NIT), dengan merehabilitasi gedung-gedung yang hancur akibat perang dan digunakan untuk penampungan korban akibat Perang Dunia II
*      Tahun 1949-1951, Zending mendirikan bangunan permanen, kapasitas tempat tidur menjadi 170 buah
*      Tahun 1952-1955, oleh Pemerintah Daerah Kotapraja Makassar diberikan tambahan beberapa bangunan ruangan sehingga kapasitas tempat tidur menjadi 190 buah
*      Tahun 1955 RSU Labuang Baji dibiayai oleh Pemerintah Daerah Tk.I Sulawesi Selatan
*      Tahun 1960, oleh Zending RSU Labuang Baji diserahkan kepada Pemerintah Tk.I Sulawesi Selatan dengan klasifikasi Rumah Sakit Kelas C
*      Tanggal 16 Januari 1996 melalui Peraturan Daerah Propinsi Dati.I Sulawesi Selatan Nomor: 2 Tahun 1996, kelas rumah sakit menjadi Rumah Sakit Kelas B Non Pendidikan. Peraturan Daerah tersebut diserahkan oleh  Menteri Dalam Negeri pada  tanggal 7 Agustus 1996
*      Terakreditasi 5 bidang pelayanan pada tahun 2000, dan pada tanggal 13 September 2002 melalui PERDA Prov. Sul-Sel No. 6/Tahun 2002 RSUD Labuang Baji berubah status dari rumah sakit kelas B non pendidikan menjadi BP RSUD Labuang Baji yang berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah.
*      Desember 2004 terakreditasi (yg kedua kalinya) 12 bidang pelayanan dengan status akreditasi penuh.
RSUD. Labuang Baji Provinsi Sulawesi Selatan  melalui Peraturan Daerah Nomor : 9 Tahun 2008 tanggal 21 Juli 2008  sebagai implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007






a.       Keadaan geografis :
1. Kodisi geografis
Rs labuang baji merupakan suatu wilayah yang terletak di kota Makassar  yang terletak di jl. Doctor ratulangi no.8
b.      Data  demografi
Rs labuang baji terletak di kota Makassar  dan ruangan yang kita tempati yaitu ruangan baji ati di mana ruangan baji ati terbagi atas 7 ruangan : 2 ruangan dokter untuk dokter dan perawat, 4 ruangan pasien dan  1 ruangan apotik MDR
c.       Sarana dan prasarana
1. Sarana pelayanan
Lebih meningkatkan mutu pelayanan agar proses penyembuhan pasien lebih efesien dan efektif.
2. prasarana
Semoga dengan adanya pengadaan yang kita adakan bisa bermanfaat serta bisa meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.

CONTOH BAB VI PENUTUP


BAB VI 
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Kami menyadari bahwa kehadiran kami di sini sebagai salah satu bentuk     perwujudan Tri Darma perguruan belum sepenuhnya bisa untuk kami aplikasikan dengan baik. Demikian laporan akhir kuliah kerja profesi (KKP) Universitas Indonesia Timur (UIT) terpadu gel.1 tahun 2013
B.     Saran
1.      hubungan silaturahmi antar sesama perawat agar terus di pertahankan dengan baik.
2.      diharapkan kepada pasien untuk lebih pro aktif dalam proses penyembuhan
3.      diharapkan kepada penngelola KKP (LPPM) untuk lebih memperhatikan kondisi kami selama berada dilokasi KKP

CONTOH BAB I PENDAHULUAN.



BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Kuliah Kerja Profesi merupakan kegiatan awal untuk mengenal dunia kerja, serta untuk mengembangkan ilmu yang di dapat dari kegiatan akademis yang sesuai dengan profesi. Kuliah Kerja Profesi dapat bermanfaat dalam menambah ilmu serta wawasan dan pengalaman di dalam dunia kerja.
Kuliah Kerja Profesi sebagai institusi yang menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, program studi Kuliah Kerja Profesi mendidik dan membina seluruh mahasiswa untuk memahami dan menguasai berbagai permasalahan yang terkait dalam bidang dunia kerja. Untuk mewujudkan para professional yang dapat bekerja sama dengan disiplin ilmu dan profesi lain yang terlibat dalam pekerjaan tersebut di atas dan saling berhubungan satu sama lain. Diharapkan selain mengembangkan ilmu dan pengalaman juga dapat memecahkan masalah kerja secara akademis serta mampu mengambil keputusan kerja tuntutan si konsumen, juga dapat ikut serta dalam pelaksanaan kerja pada dunia kerja yang sesungguhnya.
Untuk mengatasi hal tersebut, maka di dalam program kurikulum Kuliah Kerja Profesi Universitas Indonesia timur Makassar, mahasiswa diwajibkan mengikuti mata kuliah (Kuliah Kerja Profesi) yang diselenggarakan selama ±1 bulan pada  instansi terkait (Rumah Sakit)
Selama mengerjakan Kuliah Kerja Profesi, mahasiswa akan mendapatkan pengalaman yang sebenarnya terjadi di dalam dunia kerja. Selain itu mahasiswa juga dapat langsung menerapkan teori=teori yang didapat pada kegiatan akademis dalam pekerjaan bersama pembimbing secara professional.

1.2  Ruang lingkup
Selama melaksanakan kerja praktek mahasiswa mendapatkan ilmu pengetahuan lebih yang tidak diperoleh pada kegiatan perkuliahan. Di dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi mahasiswa berperan sebagai asisten perawat di rumah sakit tersebut. Sebelum mengikuti mata kuliah Kerja Profesi ini mahasiswa harus memenuhi beberapa persyaratan baik yang ditentukan oleh koordinator mata kuliah Kuliah Kerja Profesi maupun yang dikeluarkan oleh pihak instansi terkait tempat melaksanakan Kerja Praktek.

1.2.1   Prosedur Pelaksanaan Kerja Praktek
Selama melaksanakan Kuliah Kerja Profesi mengikuti beberapa prosedur dalam pelaksanaan kerja praktek diantaranya :
a.       Persyaratan Akademis
         Terdaftar sebagai mahasiswa dalam semester yang sedang di tempuh
         Menyampaikan surat pemberitahuan kepada koordinator mata kuliah Kuliah Kerja Praktek.
         Melaksanakan Kuliah Kerja Profesi minimal selama 1 bulan.
         Secara berkala melaporkan perkembangan hasil kerja kepada koordinator mata kuliah (Kuliah Kerja Profesi).
         Membuat laporan secara tertulis setelah menyelesaikan Kuliah Kerja Profesi yang dilengkapi dengan lampiran dokumen gambar yang dibuat selama melakukan Kerja Praktek.
1.3  Tujuan Kerja Praktek
Tujuan dari adanya mata kuliah Kerja Profesi dan pelaksanaannya secara langsung adalah untuk melatih mahasiswa peka terhadap lingkungan kerja yang akan mereka alami, sesuai dengan profesinya dan mampu memecahkan sekaligus mengambil keputusan sehingga dapat menjadi sumber daya manusia yang benar-benar siap menghadapi persaingan bebas pada dunia kerja.
Secara lebih spesifik tujuan dari Kuliah Kerja Profesi adalah :
  1. Mempraktekkan apa yang dapat mengembangkan, serta menerapkan ilmu yang didapat dari kegiatan perkuliahan secara langsung pada pekerjaan yang sesuai dengan profesi, serta mendapatkan pengalaman dan juga dapat menambah pengetahuan dari pelaksanaan Kuliah Kerja Profesi yang tidak didapat pada kegiatan akademis.
  2. Dapat turut serta secara langsung dalam menangani pekerjaan yang sedang dikerjkan di rumah sakit  tempat melaksanakan Kuliah Kerja Profesi. Secara langsung dilatih untuk dapat bekerja sama dengan disiplin ilmu lain yang saling berhubungan.
  3. Dapat mengetahui bagaimana sebuah proses  menghadapi permintaan klien menangani pekerjaan pelayanan. Melatih kedisiplinan dan konsisten terhadap keputusan serta bertanggung jawab terhadap pekerjaan yang dihadapi sehingga menjadi seorang tenaga kerja yang professional.